4 Cara Memaksimalkan Fitur Stories Instagram untuk Bisnis Online

Paul Webster, Product Marketing Manager, Instagram Asia-Pacific berbagi cara unik
dari brand besar untuk menginspirasi dan menjalin hubungan dengan audiens mereka di Instagram dengan tren video vertikal singkat. Penasaran seperti apa? langsung aja liat caranya dibawah ini.

  1. Kreasikan aset kreatif Kamu.

Untuk memulai, Kamu bisa menggunakan aset kreatif yang sudah Kamu miliki, tentu saja dengan mengingat karakter Stories dan audiens yang mengakses Stories di ponsel mereka. Instagram Stories memang dikonsumsi 32% lebih cepat dibandingkan Feed. Namun, Stories dapat dengan mudah menarik perhatian audiens karena formatnya yang vertikal dan memenuhi seluruh layar. Jika Kamu sudah memiliki aset kreatif horizontal, Instagram baru-baru ini meluncurkan fitur otomatis yang dapat mengubah iklan Kamu menjadi format layar penuh untuk bisa ditayangkan di Stories. Kamu tinggal mengunggah aset kreatif Kamu ke laman Pengelola Iklan di Instagram, dan aset Kamu siap ditayangkan dalam format Stories.

  1. Maksimalkan fitur asli (native features).

Instagram Stories menjadi populer karena inovasi fitur yang identik dengan kaum milenial. Tak hanya stiker dan filter, Instagram juga menambahkan fitur GIF, superzoom, text mode, polling, dan yang terbaru–mode bokeh. Fitur-fitur ini menjadi bagian penting dari Instagram Stories, yang menarik untuk anak muda kekinian. Sebagai pemilik bisnis, tugas Kamu adalah memastikan kalau konten Kamu ―masuk‖ secara natural ke dalam Instagram Stories.

Kamu harus memperhatikan bagaimana visual dan narasi Kamu dilihat oleh audiens saat mereka tengah menjelajahi Stories. Apakah mereka akan berhenti dan berinteraksi dengan konten Kamu layaknya mereka. berinteraksi dengan konten dari teman-teman mereka? Kamu juga perlu mengingat untuk menghighlight brand atau produk Kamu di tiga detik pertama karena Instagram Stories dikonsumsi dengan cepat. Studi juga menunjukkan kalau memunculkan brand dan produk di konten Kamu menghasilkan respon yang lebih kuat, membuat audiens cepat mengerti, dan meningkatkan relevansi, brand fit, dan niat membeli yang lebih tinggi.

  1. Fokus pada inspirasi visual.

Ketika berbicara soal video bersifat sementara, Kamu harus melihat kecepatan sebagai keuntungan, bukan sebuah tantangan. Tren konten efemeral ini memang sesuatu yang baru dan mungkin menakutkan bagi bisnis, ―Bagaimana saya bisa menyampaikan cerita brand saya hanya dalam 5-10 detik?

Namun, jika Kamu pikirkan kembali, revolusi ponsel telah lama mengubah cara audiens mengkonsumsi konten di dunia maya. Semua semakin cepat. Kamu harus memikirkan kecepatan di dalam narasi Kamu, dan Kamu harus memikirkannya secara visual. Pikirkan tujuan Kamu, apakah meningkatkan brand awareness? Mendorong kunjungan ke situs Kamu? Atau mengajak audiens untuk mengunduh aplikasi? Konten di Instagram Stories memungkinkan interaksi lewat fitur seperti mengetuk, menekan dan menahan, serta ―swipe up link. Sebagai contoh, salah satu peritel sepatu mewah belum lama ini mendorong konsumen untuk ―menekan dan menahan pada sepatu favoritnya saat merek tersebut menampilkan sederet produk-produk barunya. Manfaatkan fitur ini dan ingatlah kalau 60% orang menonton Stories dengan suara dinyalakan. Kalau suara atau musik bisa memperkaya narasi Kamu, mengapa tidak?

  1. Tampilkan cerita Kamu dengan format carousel.

Ada dua format iklan yang ditawarkan Instagram Stories: foto berdurasi lima detik atau video berdurasi 15 detik. Tetapi, setelah mempelajari bagaimana pengguna mengkonsumsi konten Stories, Instagram meluncurkan format iklan baru bernama Carousel, yang memungkinkan Kamu untuk menampilkan tiga konten secara berurutan dalam satu iklan. Untuk konten yang lebih kompleks, gabungan beberapa ―chapter ini terbukti menghasilkan kampanye iklan yang lebih efektif.

Carousel juga memungkinkan Kamu untuk menggabungkan format foto dan video dalam satu konten dan format Carousel juga memiliki perilaku yang sama dengan konten Stories pada umumnya—artinya Kamu dapat mengetuk untuk lanjut, swipe back atau forward atau menahan konten sesuka hati. Dengan dua chapter tambahan, Kamu dapat memperdalam penyajian cerita Kamu.

Misalnya, kampanye Gap berjudul Logo Remix menggunakan Carousel Ads untuk Instagram Stories untuk memasukkan beberapa fitur asli—seperti pin dan fitur menggambar— serta menggunakan ruang tambahan supaya pesannya lebih tersorot. Ingatlah kalau Instagram Stories memberi Kamu fleksibilitas dan ruang untuk memaksimalkan kreativitas, namun pastikan Kamu melakukannya dengan cara serupa yang dilakukan oleh pengguna.

 

Nah, itu dia 4 cara memaksimalkan Instagram Stories yang bisa Kamu lakukan.

Jadi, tunggu apa lagi?

Cobalah Instagram Stories sekarang juga dan berikan kesempatan bagi bisnis Kamu untuk memanfaatkan kreatifitas yang tidak ada habisnya.

Selamat Mencoba!

No Comments

Post A Comment