Hi Gang! Untuk kamu yang sudah punya atau mungkin baru ingin membuat website, kamu pasti pernah mendengar istilah “Abandoned Cart” kan? Kamu tahu enggak sih apa arti istilah itu?

Abandoned Cart, atau jika di Indonesia-kan artinya keranjang yang ditinggal, adalah kondisi dimana calon pembeli di toko online sudah memilih barang yang akan dibeli namun tidak melakukan check-out sehingga tidak terjadi pembelian. Ini sering banget dilakukan oleh pembeli, bahkan kamu sendiri pasti sudah beberapa kali melakukan ini.

Kenapa Abandoned Cart bisa terjadi? Sebenarnya alasannya banyak dan bervariasi. Dari alasan yang rumit seperti kesalahan teknis atau tampilan yang tidak menarik, atau bisa juga alasan sederhana seperti si pembeli lupa. Tapi hal yang sering terjadi adalah si pembeli baru hanya “mencoba-coba” dan juga menghitung total barang-barang yang dia inginkan. Abandoned Cart sering sekali memang bukan salah kamu sebagai pemilik bisnis, namun melihat begitu banyak pendatang menaruh barang di “keranjang” mereka tapi lalu pergi begitu saja tanpa melakukan transaksi sangat menyedihkan bukan?

Maka dari itu kamu perlu membuat strategi yang baik untuk mengatasinya. Salah satunya adalah dengan membuat email notifikasi Abandoned Cart yang baik. Ini ada beberapa tips untuk membuat email Abandoned Cart yang bisa menarik kembali pembeli mu!

1. Berikan “Deadline”

Berikan sebuah ilusi deadline kepada pembeli mu agar mereka terpancing untuk melakukan transaksi. Sebagai contoh, kamu bisa mengatakan “stok barang yang kamu inginkan menipis!” untuk menunjukan bahwa produk yang mereka masukan kedalam keranjang akan segera habis, atau kamu bisa mengatakan “promo untuk barang yang di kamu inginkan segera selesai!” untuk mengingatkan mereka tentang promo yang sedang berlangsung.

2. Gunakan Konten Dinamis

Kamu bisa memasang foto produk yang diinginkan calon pembeli di email Abandoned Cart mu dan menuliskan fitur dan kegunaan mereka untuk mengingatkan kembali nilai barang yang mereka inginkan. Kamu juga bisa menuliskan stok barang yang tersisa agar lebih mendesak.

3. Buat Lebih Personal

Maksud lebih personal disini adalah kamu membuat email mu “menyentuh” para pembeli. Gunakan bahasa yang menarik dan juga bisa menarik simpati para calon pembeli. Kamu bisa menggunakan lelucon atau mungkin foto-foto meme yang cocok dengan konteks email. Tidak ada salahnya kamu menggunakan kemampuan copywriting mu juga lho!

Membawa kembali calon pembeli yang meninggalkan keranjang mereka merupakan satu hal yang penting dan bisa membawa keuntungan yang mungkin kamu kira sudah pergi. Semoga saja tips-tips tersebut membantu ya, Gang!