Sobat gang pasti sudah tau kalau Facebook, Instagram, Twitter, dan sosial media populer lainnya terus memperbarui platform mereka, itulah sebabnya penting bagi kita untuk tetap mengikuti perkembangan terbaru di ruang sosial media.

Jadi untuk membantu Kamu mempersiapkan perubahan yang terjadi di 2018, kami telah menyusun daftar tren media sosial teratas yang perlu Kamu ketahui nih.

Mari kita lihat lebih dalam gang! apa saja sih tren sekarang ini di 2018 . . . check it out.

1. Berkomunikasi Lewat Video

Video menjadi bentuk konten digital terpopuler dan paling berpengaruh untuk dunia bisnis saat ini. Jika dilakukan dengan benar, pemasaran lewat video ini dapat memiliki dampak positif pada bisnis Kamu gang. Seiring berkurangnya perhatian konsumen terhadap konten-konten membosankan, pemasar sangat bergantung pada pembuatan konten video untuk meningkatkan peringkat mereka di mesin telusur, meningkatkan keterlibatan pelanggan dan meningkatkan branded traffic mereka.

Jika Sobat gang masih belum yakin, statistik social media video ini akan membuktikan mengapa video patut untuk kamu pertimbangkan:

Ada berbagai macam format yang dapatkita buat dari konten video ini, dari video 360 derajat hingga streaming langsung. Hal ini memberikan fleksibilitas yang mudah kepada tim pemasaran dalam hal merencanakan video kampanye.

Satu hal yang perlu diingat, mobile adalah yang utama. Secara keseluruhan, 90% dari tampilan video Twitter dan 60% dari tampilan YouTube sekarang adalah pengguna di perangkat seluler/ mobile.

Manfaatkan fitur live streaming! Salah satu “masalah” pengguna media sosial yang bisa kamu jadikan keuntungan adalah fear of missing out atau takut ketinggalan informasi. Ajak mereka merasa eksklusif dan jadi yang pertama eksis di aktivitas yang kamu lakukan.

Misalnya, dengan membuat video unboxing produk baru, sesi tanya jawab, peluncuran sebuah layanan, atau acara lainnya yang melibatkan brand kamu. Libatkan juga mereka untuk berinteraksi, misalnya dengan beropini atau bertanya di kolom komentar. Jangan lupa, usahakan video memiliki kualitas baik dan kontennya menarik.

2. Social Media Influencer Meningkatkan Lebih Banyak . . . Influence

Pada poin ini, manfaat dari social influencer marketing telah terjalin dengan baik. Itulah sebabnya pemasar harus mempersiapkan persaingan yang panas jika mereka ingin bekerja dengan top brand influencers teratas tahun ini.

Untuk menghindari tekanan persaingan dengan merek lain, pemasar akan merencanakan untuk mengembangkan lebih banyak hubungan jangka panjang dengan social media influencers utama pada tahun 2018.

Tapi mengapa repot-repot mencari partner untuk jangka panjang? Lihat saja partnership Louis Vuitton 2016 dengan Selena Gomez. Itu berakhir tiba-tiba ketika rival fashion brand Coach berhasil menandatangani kesepakatan baru dengan selebritas influencer tersebut dan meninggalkan Louis Vuitton.

Kunci kemajuan lain dalam strategi influencer marketing tahun ini adalah authenticity. Konsumen dapat dengan mudah mendeteksi kolaborasi brandinfluencer yang tampaknya dipaksakan dan membuat itu tidak enak dilihat , itulah sebabnya pemasar yang cerdas akan fokus pada membangun hubungan yang seimbang dengan influencer yang berhubungan dengan merek mereka pada tahun 2018.

  • Pilih influencer yang sesuai dengan kemampuan. Jika merek kamu belum terlalu besar, kamu bisa memilih influencer dengan jumlah follower yang sedang-sedang saja alih-alih yang jutaan.
  • Cari influencer yang sejalan dengan merek kamu. Misalnya, jika kamu menjual rangkaian sehat, jangan bekerja sama dengan influencer yang gaya hidupnya tidak sehat walaupun follower mereka banyak.
  • Sebaiknya pastikan influencer yang kamu pilih tidak sedang dalam ikatan kontrak dengan kompetitor.
  • Kamu boleh mempersiapkan caption untuk influencer, tapi minta mereka untuk menyesuikan bahasa atau cara penyampaian dengan cara mereka. Akan canggung jika kamu bekerja sama dengan beberapa influencernamun semuanya menghasilkan konten yang sama persis.
  • Bila kamu bingung mencari influencer yang cocok, kamu bisa menggunakan beberapa layanan yang menghubungkan mereka dengan pihak pengiklan seperti Sociabuzz atau Socialmeter.

 

3. Tingkatkan Engagement Lewat Chatbot

Percakapan, seperti Alexa Amazon, Asisten Google, Cortana Microsoft, chatbots dan lainnya, akan terus ada dalam rutinitas dan kehidupan sehari-hari konsumen . Inilah mengapa Kamu menemukan juga asisten virtual yang dipasarkan oleh produsen-produsen di sekitar Kamu. Pernah dengar nama Vira dari Bank BCA? Itu juga termasuk salah satu contohnya. Percakapan interface bagi pengguna ini sangat alami sifatnya dan bisa memungkinkan brand berinteraksi lebih dekat dengan konsumen. Mengapa konsumen menyukainya? Karena mereka menginginkan informasi, atau panduan untuk bertransaksi yang lebih mudah dipahami sekaligus bersifat menghibur.

Chatbot didesain untuk mendukung customer service, dan bisa memberikan informasi dalam waktu singkat. Ketika konsumen membutuhkan akses instan terhadap informasi produk atau menyampaikan komplain, chatbot bisa mengakomodasi hal tersebut.

Pada tahun 2018 ini, kita akan melihat lebih banyak penggunaan chatbot untuk automasi pemasaran. Bahkan, akan lebih banyak lagi industri yang menggunakan chatbot untuk menangani transaksi yang cukup kompleks. Konsumen menginginkan respons yang cepat, jadi sudah saatnya kamu mulai melirik layanan yang satu ini gang.

Perusahaan besar seperti Amazon bahkan sudah mulai menciptakan layanan chatbot untuk memudahkan komunikasi antara partner B2C Amazon dengan konsumen mereka. Sebuah penelitian juga menyebutkan, keberadaan chatbot dapat meningkatkan engagement dengan konsumen, dan meningkatkan persentase jumlah orang yang membuka informasi tentang suatu kampanye promosi sebesar delapan puluh persen.

 


4. Seni Baru Dari Storytelling

Dengan popularitas yang kian meningkat, akan mustahil bagi para marketing untuk mengabaikan “stories” media sosial pada tahun ini. Format “cerita” yang dipelopori oleh Snapchat kini telah menjadi hal pokok di dunia media sosial.

Pertama Instagram menciptakan Instagram Stories, dan sekarang YouTube telah merilis sebuah format cerita yang disebut “Reels“. Masing-masing menawarkan fitur dan presentasi yang unik, tetapi semuanya mengikuti konsep yang sama.

Cerita menangkap momen terbaik dari kejadian di suatu hari dan akan hilang setelah jangka waktu tertentu. Sifatnya yang sementara menciptakan rasa FOMO bagi pengguna yang tidak memeriksanya sebelum menghilang. Stories juga merupakan hal yang menyenangkan, ukuran yang pas untuk menyajikan konten video.

2018 pasti akan menjadi tahun yang besar untuk stories, bahkan WhatsApp dan Facebook bergabung dalam hal ini. Saatnya memikirkan cerita sebagai bagian penting dari strategi pemasaran sosial Kamu.

Tips untuk sobat gang:

  • Ajak follower berinteraksi. Caranya bisa dengan memanfaatkan fitur polling, menambahkan tautan ke situs web kamu, atau dengan artikel tertentu.
  • Tonjolkan ciri khas produk atau merek kamu. Follower menyukai ide Stories yang orisinal, spontan, dan berbeda dari yang lain.
  • Buatlah pesan yang singkat, menarik, dan mudah dicerna.
  • Manfaatkan fitur pinned post untuk Stories tertentu yang ingin dilihat lebih banyak oleh follower dalam jangka waktu lebih lama.

 

5. Memanfaatkan Celah Dalam Micro-Moment

Micro-moment adalah sebuah fragmen yang sarat makna dalam proses perjalanan konsumen. Fragmen ini dapat memengaruhi konsumen untuk mengambil keputusan dalam jendela waktu yang sangat singkat.

Momen ini terjadi ketika seseorang secara refleks beralih ke perangkat mobile masing-masing untuk mencari tahu, menonton, atau membeli sesuatu. Google menyebutkan bahwa 82 persen pemilik smartphone menggunakan perangkat mereka saat memerlukan rekomendasi sebelum membeli ketika berbelanja. Satu dari sepuluh pengguna tersebut akhirnya membeli produk yang berbeda dari rencana awal mereka.

Think with Google menyebutkan bahwa setiap harinya, rata-rata konsumen menemui sekitar 150 jenis micro-moment. Di antaranya adalah purchase moment, research moment , dan discovery moment.

Momen tersebut terkadang fokus pada proses riset atau perbandingan produk, sementara yang lainnya lebih mengarah ke pembelian dan harus didukung dengan tawaran menarik dan proses transaksi yang lancar.

Sebagai brand, kamu bisa memanfaatkan micro-moment untuk meningkatkan performa pemasaran dalam mesin pencari. Dengan berada dalam micro-moment dan memberikan sesuatu yang berguna bagi konsumen, kamu bisa menjadikannya alat untuk meningkatkan engagement dan ROI (return on investment).

Ciptakan interaksi yang singkat, jelas, dan bisa memberikan manfaat bagi konsumen saat mereka sedang mencari informasi atau melakukan pencarian. Ini lebih efektif dalam meningkatkan pembelian, mendapatkan lead, dan memberikan brand sentiment yang positif.

 

6. Augmented Reality (AR) Terpadu di Media Sosial

Karena perangkat seluler kita menjadi lebih canggih dan aplikasi-aplikasi jejaring sosial lebih baik integrasinya dengan AR, berbagai brand atau produsen akan menggunakannya untuk dapat lebih terlibat dengan konsumen atau target khalayaknya. Misalnya, dengan menggunakan lokasi di mana target khalayak berada, brand atau perusahaan itu bisa membuat konten AR yang bersponsor, yang hanya dapat diakses di tempat itu saja, pada saat itu saja. Pokémon Go adalah pelopor terkait tren ini, dan ada kemungkinan media sosial seperti Instagram dan Facebook akan segera mengintegrasikan teknologi ini ke dalam platformnya.

Dibandingkan dengan VR atau virtual reality, AR cenderung lebih cepat diadopsi. Salah satu alasannya adalah akses AR lebih mudah karena tidak memerlukan headset seperti VR. Penggunaan AR juga memberikan cara yang unik dan engaging untuk pemasar dalam menjangkau target, karena cepat, mudah, dan interaktif.

Salah satu contoh merek yang memanfaatkan AR dengan baik adalah IKEA. Peritel perabot rumah tangga asal Swedia ini meluncurkan aplikasi IKEA Place. Di sini, AR bukan hanya gimmick pemanis merek, tapi dapat juga membantu calon pembeli menentukan pilihan furnitur yang sesuai untuk rumahnya.

Ini bisa menjadi salah satu cara untuk memberikan user experience yang menyenangkan dan mempersingkat proses pengambilan keputusan oleh konsumen. Mereka bisa mengetahui lebih dulu apakah furnitur cocok dan muat di rumah mereka sebelum membeli, jadi tidak perlu lagi khawatir salah ukuran dan harus mengembalikannya.

Untuk mengintegrasikan AR dengan pengalaman belanja, pahami dan pikirkan dengan baik skenario untuk membuat interaksi target kamu dapat berjalan dengan optimal. AR bukan hanya menjadi sesuatu yang nice to have,tapi dapat membantu atau memudahkan target kamu dan memberikan pengalaman yang menyenangkan.

7. Voice Search Mulai Diminati

Google menyebutkan 41 persen orang dewasa dan 55 persen remaja adalah pengguna fitur voice search. Artinya, mereka tidak hanya melakukan pencarian dengan mengetik kata kunci, tapi menggunakan perintah suara.

Sejak fitur voice search dalam bahasa Indonesia diperkenalkan Google pada tahun 2015, mereka menyatakan bahwa pertumbuhan pengguna di Indonesia lebih tinggi lima puluh persen di atas angka pertumbuhan global.

Saat ini konsumen mulai terbiasa dengan interface yang tidak memerlukan input secara fisik. Voice Search memberikan interaksi dengan mesin yang lebih natural, lewat perintah yang seperti percakapan biasa.

Voice search juga membuat proses pencarian lebih cepat. Dalam satu menit, manusia bisa bicara hingga 150 kata, tapi hanya mampu mengetik 40 kata. Fitur ini juga memudahkan akses saat konsumen sedang mengemudi.

Tentunya ini akan memengaruhi cara pemasar untuk berinteraksi dengan konsumen. Kamu perlu membuat konten yang dapat memberikan hasil spesifik dari kata kunci pencarian suara yang dimasukkan oleh konsumen.

Tips untuk sobat gang:

  • Buatlah konten dengan susunan kata yang natural dan terasa seperti bahasa percakapan. Ini akan memudahkan mesin pencari untuk menyesuaikan konteks yang tertera pada halaman atau artikel dengan query dari pengguna.
  • Manfaatkan long-tail keyword. Longtailkeyword adalah kata kunci yang berisi hingga empat kata, dan membentuk frase tentang topik yang lebih spesifik. Kata kunci jenis ini biasanya digunakan oleh pengguna saat mereka sedang berada dekat titik pembelian atau ketika menggunakan pencarian suara.

 

Setiap tahunnya, selalu ada hal baru yang bisa dieksplorasi oleh para pemasarHal ini sebetulnya bisa menjadi pedang bermata dua. Apabila pemain di ranah digital marketing tidak hati-hati, pengguna bisa jadi terkena serangan gempuran iklan alih-alih mendapatkan pengalaman komunikasi merek yang menyenangkan.

Jadi, sebaiknya selalu posisikan diri sebagai pengguna sebelum mulai melancarkan strategi pemasaran agar kamu bisa membayangkan segala kesempatan dan konsekuensi yang akan dihadapi.